"
 
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia - Efusi Pleura
 
Link
Free Web Counters
Members
News
1 2 3 4 5
Mitra Kerja
Video

Tutorial Aplikasi ISR

Mengenal COPD/PPOK

 
Efusi Pleura

paru paru
image : layanankesehatan.com


Efusi pleura adalah kondisi yang ditandai oleh penumpukan cairan di antara dua lapisan pleura. Pleura merupakan membran yang memisahkan paru-paru dengan dinding dada bagian dalam.

Cairan yang diproduksi pleura ini sebenarnya berfungsi sebagai pelumas yang membantu kelancaran pergerakan paru-paru ketika bernapas. Namun ketika cairan tersebut berlebihan dan menumpuk, maka bisa menimbulkan gejala-gejala tertentu.

Gejala Efusi Pleura

Gejala-gejala efusi pelura antara lain adalah nyeri dada saat menarik dan membuang napas, batuk, demam, dan sesak napas. Gejala biasanya terasa jika efusi pleura sudah memasuki level menengah hingga parah, atau terjadi peradangan. Jika penumpukan cairan masih tergolong ringan biasanya penderita tidak akan merasakan gejala apa-apa.

Penyebab Efusi Pleura

Efusi pleura umumnya dibagi menjadi dua, yaitu transudatif dan eksudatif. Efusi pleura transudatif disebabkan oleh meningkatnya tekanan dalam pembuluh darah atau rendahnya kadar protein dalam darah. Hal ini mengakibatkan cairan merembes ke lapisan pleura. Sedangkan efusi pelura eksudatif disebabkan oleh peradangan, cedera pada paru-paru, tumor, dan penyumbatan pembuluh darah atau pembuluh getah bening.

Efusi pleura sering kali terjadi sebagai komplikasi dari beberapa jenis penyakit lainnya, seperti:

- Kanker paru-paru.
- Tuberkulosis (TBC).
- Pneumonia.
- Emboli paru.
- Sirosis atau penurunan fungsi hati.
- Penyakit ginjal.
- Gagal jantung
- Penyakit lupus.
- Rheumatoid arthritis.

Sejumlah faktor risiko dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita efusi pleura. Di antaranya adalah memiliki riwayat tekanan darah tinggi (hipertensi), merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan terkena paparan debu asbes.

Diagnosis Efusi Pleura

Diagnosis efusi pleura biasanya diawali dengan pemeriksaan fisik sederhana menggunakan stetoskop atau mengetuk-ngetuk dada setelah sebelumnya mengumpulkan keterangan dari pasien perihal gejala yang dirasakan dan riwayat penyakit yang diderita.

Apabila dokter mencurigai pasien terkena efusi pleura, pemeriksaan lanjutan secara lebih detail bisa dilakukan melalui sejumlah prosedur pemindaian, seperti foto Rontgen dada, USG, dan CT scan pada dada.

Jika terdeteksi adanya efusi pleura, tindakan thoracocentesis atau punksi pleura dapat dilakukan untuk memeriksa jenis cairan. Tindakan tersebut adalah mengambil sampel cairan melalui jarum yang ditusukkan ke dalam rongga pleura melalui sela tulang iga. Kemudian cairan pleura ini dianalisis di laboratorium.

Pengobatan Efusi Pleura

Karena efusi pleura timbul sebagai komplikasi dari penyakit-penyakit lain, maka pengobatan yang harus dilakukan pun adalah dengan cara menyembuhkan kondisi-kondisi yang menyebabkannya. Contoh yang bisa diambil di sini adalah pengobatan kanker dengan radioterapi dan kemoterapi, atau pengobatan pneumonia dengan antibiotik.

Apabila cairan pada efusi pleura sudah terlalu banyak atau sudah terdapat infeksi, maka dokter akan menggunakan sejumlah prosedur guna mengeluarkan cairan yang menumpuk, di antaranya:

- Prosedur thoracocentesis atau punksi pleura selain untuk mengambil sampel cairan pleura untuk dianalisis, juga dapat untuk mengeluarkan cairan pleura dengan volume besar.
- Pemasangan selang plastik khusus (chest tube) selama beberapa hari ke dalam rongga pleura melalui bedah torakotomi.
- Pemasangan kateter secara jangka panjang lewat kulit ke dalam ruang pleura (pleural drain), untuk efusi pleura yang terus muncul.
- Penyuntikan zat pemicu iritasi (misalnya talk, doxycycline, atau bleomycin) ke dalam ruang pleura melalui selang khusus guna mengikat kedua lapisan pleura, sehingga rongga pleura tertutup. Prosedur yang dinamakan pleurodesis ini biasanya diterapkan untuk mencegah efusi pleura yang kerap kambuh.

Selain prosedur-prosedur yang bertujuan mengeluarkan dan mencegah cairan pleura terakumulasi kembali, prosedur untuk mengangkat jaringan-jaringan yang tidak sehat atau telah mengalami peradangan juga bisa dilakukan apabila dampak kerusakan efusi pleura telah mencapai tahap tersebut. Pengangkatan jaringan ini bisa dilakukan melalui bedah torakoskopi (tanpa membuka rongga dada) atau torakotomi (dengan membuka rongga dada).


Sumber Berita : http://www.alodokter.com/efusi-pleura
Sumber Gambar : http://www.obatherbalinfeksiparuparu.layanan...


alodokter.com, 28 November 2017


PDPI Surakarta. 28/11/17.



Halaman Siap Cetak  Halaman Siap Cetak

Kirimkan Pada Rekan  Kirimkan Pada Rekan