Sitologi dan Imunositologi Kurasan Bronkoalveolar
pada Tuberkulosis Paru
Hoheisel GB, Tabak L, Teschler H, Erkan F. Kroegel C, Costabel U.
Department of Aneumology/Allergy, Ruhrlandclinic Medical Faculty, Essen University, Germany.

Dilaporkan mengenai karakteristik seluler dan Imunositologik cairan bronchoalveolar Lavage (BAL) pada cairan BAL 40 penderita TB paru. Diferensiasi sel dan subset limfosit pada cairan BAL 40 penderita TB paru dan 47 penderita sarkoidosis dan 30 kontrol atau orang sehat diamati. Didapatkan jumlah limfosit dan subsetnya (prosentasi CD3 dan CD4) yang meningkat pada penderita TB paru dibandingkan kontrol (masing-masing p<0,001, p<0,001, p<0,05). Demikian pula pada sarkoidosis, total limfosit, prosentasi CD3, CD4, CD8 meningkat bermakna dibandingkan kontrol, akan tetapi, tidak didapatkan perbedaan bermakna antara TB paru dan sarkoidosis pada total limfosit dan CD3 kecuali prosentasi CD4 pada TB paru lebih rendah dibandingkan sarkoidosis (p<0,001). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada prosentasi CD8 antara penderita TB paru dengan kontrol; sedangkan rasio CD4/CD8 TB paru sedikit meningkat dibanding kontrol tetapi tidak bermakna. Rasio CD4/CD8 adalah normal pada 33 dari 40 penderita TB paru, sebaliknya meningkat pada 33 dari 47 penderita sarkoidosis. HLA - DR limfosit T meningkat, baik pada TB dan sarkoidosis dibandingkan kontrol (p<0,05), menunjukkan adanya aktivasi sel limfosit T. Proporsi CD57 adalah normal pada ketiga kelompok.

Disimpulkan bahwa pada TB paru dan sarkoidosis ditandai dengan peningkatan prosentasi limfosit dan subsetnya pada cairan BAL dengan adanya aktivasi limfosit T. Berbeda dengan sarkoidosis yang menunjukkan peningkatan rasio CD4/CD8; pada TB paru, rasio CD4/CD8 masih dalam "range" normal.

(Warta TB 1/I/97 - Am J Respir Crit Care Med 1994' 149:460-3)