APSR IDI Online KlikPDPI
APSR IDI Online KlikPDPI Halaman Admin Forum Umum Facebook Page Twitter Instagram Youtube
WARTA ORGANISASI
BULETIN PDPI Edisi November 2005

PROFIL KETUA UMUM PERIODE 2005 – 2008

   Pada edisi kali ini redaksi sengaja mengangkat tulisan tentang profil Ketua Umum PDPI masa bakti 2005 – 2008, Prof. Dr. Faisal Yunus, Ph.D, Sp.P (K) agar pembaca dapat lebih mengenal lebih dekat.
Sejawat anggota PDPI mungkin tidak asing lagi dengan nama tersebut, hampir di setiap acara ilmiah paru namanya sering muncul sebagai pembicara atau moderator.
  
Faisal Yunus lahir 54 tahun yang lalu di Batu Sangkar, menamatkan pendidikan kedokterannya di FKUI tahun 1976, dan pada tahun 1983 telah mendapatkan Ijazah Doktor (Ph.D) dari Jepang dan Spesialis Penyakit Paru FKUI pada tahun 1986, dan pada tahun 2004 dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Pulmonologi FKUI.
  
Ada sedikit cerita tentang riwayat pendidikannya, awalnya ayah tiga anak ini tidak tertarik dengan ilmu paru. Selepas dari FKUI mendapat beasiswa di Universitas Okayama Jepang. Sejak awal ia ingin mengambil spesialis anak, namun kesempatan mengambil spesialis anak selalu tertutup. Ia malah ditawari mengambil biologi atau patologi klinik. Saat ia kembali menerima beasiswa dari Universitas Hiroshima, lagi-lagi bagian anak tidak berpihak padanya, hanya bagian paru yang masih membuka ”lowongan”. Sempat ”mutung” dan berniat akan kembali ke Indonesia saja. Untung salah satu rekannya dari Universitas Hasanuddin menyarankan agar ia mengambil kesempatan yang sudah ada di depan mata. Dengan ”berat hati” ia pun mempelajari organ pernapasan ini. Meski setengah hati, pendidikan spesialis paru berhasil diselesaikannya. Asma, penyakit yang tidak mematikan namun mengganggu kualiti hidup seseorang telah membuatnya jatuh cinta pada paru. 

   Ada sedikit cerita tentang riwayat pendidikannya, awalnya ayah tiga anak ini tidak tertarik dengan ilmu paru. Selepas dari FKUI mendapat beasiswa di Universitas Okayama Jepang. Sejak awal ia ingin mengambil spesialis anak, namun kesempatan mengambil spesialis anak selalu tertutup. Ia malah ditawari mengambil biologi atau patologi klinik. Saat ia kembali menerima beasiswa dari Universitas Hiroshima, lagi-lagi bagian anak tidak berpihak padanya, hanya bagian paru yang masih membuka ”lowongan”. Sempat ”mutung” dan berniat akan kembali ke Indonesia saja. Untung salah satu rekannya dari Universitas Hasanuddin menyarankan agar ia mengambil kesempatan yang sudah ada di depan mata. Dengan ”berat hati” ia pun mempelajari organ pernapasan ini. Meski setengah hati, pendidikan spesialis paru berhasil diselesaikannya. Asma, penyakit yang tidak mematikan namun mengganggu kualiti hidup seseorang telah membuatnya jatuh cinta pada paru. 

   Pengalaman pekerjaan yang telah dijalaninya adalah  sebagai Staf Pengajar Bagian Pulmonologi FKUI (1986 – sekarang), Koordinator Penelitian Bagian Pulmonologi FKUI (1990 – 1999),  Kepala Subbagian Penyakit Paru Kerja Bagian Pulmonologi FKUI (1993 – 1995),  Kepala Subbagian Faal Paru Klinik Bagian Pulmonologi FKUI (1995 -             2001),   Kepala Laboratorium Faal Paru Unit RSUP Persahabatan (1993 -2001),   Supervisor Poli Asma Unit Paru RSUP Persahabatan (1993 – sekarang),   Kepala Subbagian Asma PPOK Bagian Pulmonologi FKUI/  RSUP Persahabatan (1997 – sekarang),  Ketua Program Studi Ilmu Penyakit Paru (1998 – sekarang).
  
Kiprah dalam organisasi antara lain sebagai  Seksi Ilmiah IDI Cabang Jakarta Pusat,  Editor Majalah Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Anggota FCCP,  Ketua II Yayasan Asma Indonesia,  Seksi Ilmiah Ikatan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia,  Anggota Dewan Ilmiah PDPI,  Sekretaris Kolegium Pulmonologi Indonesia dan sebagai Ketua PDPI Cabang Jakarta (2002 – 2005). Fasial Yunus telah mempublikasikan lebih dari 113 karya ilmiah di berbagai terbitan Majalah, Jurnal dsb dan telah menulis dan menerbitkan 3 buah buku ilmiah populer tentang penyakit paru.