APSR IDI Online KlikPDPI
APSR IDI Online KlikPDPI Halaman Admin Forum Umum Facebook Page Twitter Instagram Youtube
PERHIMPUNAN DOKTER PARU INDONESIA
AWAL DAN PERKEMBANGANNYA
Halaman : 4/7

BAB IV
KONGRES I - IDPI

Suksesnya Konker I dalam bulan Desember 1975, hanya 2 tahun setelah berdirinya IDPI, membuat Pengurus Pusat Sementara IDPI makin percaya diri melaksanakan Kongresnya yang pertama. Kongres I ini sangat penting artinya, karena pada hakekatnya setelah kongres inilah Pengurus Pusat mendapatkan restu dari semua anggotanya untuk mengendalikan IDPI. Dan dalam kongres ini pulalah Pengurus Pusat akan mendapatkan pegangan yang teguh dalam melaksanakan tugasnya, yaitu yang berupa Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang telah disetujui oleh semua anggota. Sebetulnya dalam Konker I, semula ditetapkan waktu penyelenggaraan Kongres I IDPI dalam bulan Pebruari 1977 di Jakarta, tetapi sehubungan dengan Pemilihan Umum yang kita hadapi bersama, yang semula diduga akan dilaksanakan bulan Juli 1977, maka Kongres I diundurkan waktunya ke bulan Agustus 1977, agar Kongres dapat dilaksanakan dengan tenang. Setelah Konker I selesai, pada tanggal 16 Pebruari 1976 diterbitkan oelh Pengurus Pusat Sementara IDPI suatu Surat Keputusan tentang Pembentukan Pengurus IDPI Cabang Jakarta dengan SK. No. 103/IDPI/1976 dengan susunan sbb :
Ketua : Dr Hadiarto Mangunnegoro
Wakil Ketua : Dr J Soegondho
Sekretaris I : Dr A Syakur Gani
Sekretaris II : Dr Wibowo Suryatenggara
Bendahara : Dr Husaeri Fachrurozi
Seksi Ilmiah : Dr Sidharma Husada
Pembantu Umum : Dr Budi Sadjarwa
Pengurus Pusat menunjuk Dr Hadiarto Mangunnegoro, Ketua PDPI Cabang Jakarta sebagai Ketua Panitia Kongres I - IDPI, bersama Dr A Syakur Gani sebagai Sekretaris, Dr Nirwan Arief sebagai Bendahara dan anggota Panitia lainnya. Tema Kongres adalah "Menggalang Persatuan Dokter Paru Indonesia, Membantu Pemerintah dalam Pembangunan khususnya di Bidang Penanggulangan Penyakit Paru". Berhubung dengan keadaan keuangan Panitia yang amat minim sekali, demi untuk suksesnya kongres kita yang pertama kali ini, atas prakarsa Dr Soepandi Moekajin (Seksi Dana Panitia) dan Dr A Syakur Gani (Sekretaris I - Panitia), Panitia Kongres I - IDPI telah memberanikan diri untuk mengajukan permohonan bantuan keuangan kepada Ketua Yayasan Harapan Kita, Ibu Tien Soeharto, melalui Sekretaris Yayasan Harapan Kita (Ny Muhono), dan Panitia mendapat kesempatan menghadap Ibu Tien Soeharto di Jalan Cendana 8, Jakarta Pusat, pada tanggal 2 Juli 1977.
Delegasi IDPI diwakili oleh :
1 Ketua Umum Pengurus Pusat IDPI
2 Ketua Panitia
3 Sekretaris I - Panitia
4 Seksi Dana Panitia
Hasil dari kesempatan menghadap itu ialah :
1 Panitia mendapat sumbangan satu juta rupiah
2 Ibu Tien Soeharto bersedia memberikan kata sambutan dan membuka Kongres
Pembukaan kongres dilaksanakan di Hotel President Jakarta pada tanggal 8 Agustus 1977 dan Sidang-sidang organisasi dan ilmiah dilaksanakan di Hotel Horizon Ancol Jakarta. Kongres tersebut dibuka oleh Ibu Tien Soeharto, suatu hal yang baru pertama kali terjadi di Indonesia, pembukaan suatu Kongres Perhimpunan Profesi dilakukan oleh Ibu Negara. Tamu-tamu yang hadir pada waktu itu ialah Menteri Kesehatan Prof Dr GA Siwabessy, Menteri P dan K Dr Syarif Tayeb, Pj Gubernur KDKI Jakarta Ir Prajogo, Ketua Umum PB - IDI Dr Utojo Sukaton, Rektor UI Prof DR Dr Mahar Mardjono, Ny Ibnu Sutowo dan Ny Muhono SH dan Ketua-ketua Perhimpunan Dokter Ahli. Kongres tersebut berjalan dengan sukses. Salah satu hasil kongres tersebut adalah terpilihnya Dr Rasmin Rasjid sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat IDPI periode 1977 - 1980