APSR IDI Online KlikPDPI
APSR IDI Online KlikPDPI Halaman Admin Forum Umum Facebook Page Twitter Instagram Youtube
PERHIMPUNAN DOKTER PARU INDONESIA
AWAL DAN PERKEMBANGANNYA
Halaman : 3/7

BAB III
KONPERENSI KERJA (KONKER) I - IDPI

Sebelum diselenggarakan Konker I-IDPI di Jakarta pada tanggal 11 - 12 Desember 1975, telah terbentuk Pengurus IDPI Cabang Jakarta yang dirangkap oleh Pengurus Pusat Sementara IDPI, dan terbentuk pula berturut-turut pada tanggal 21 September 1974 Pengurus IDPI Cabang Jawa Timur, Pengurus IDPI Cabang Sumatera Utara, dan Pengurus IDPI Cabang Yogyakarta.
Untuk mengurus segala persiapan dan kelancaran Konker I - IDPI di Jakarta, Pengurus Pusat Sementara IDPI telah membentuk Panitia Konker I - IDPI, yang susunannya sbb:
Ketua : Dr Hadiarto Mangunnegoro
Sekretaris : Dr Wibowo Suryatenggara
Bendahara : Dr Nirwan Arief
Anggota : - Dr A Syakur Gani
- Dr G Pradono
Acara Konker tersebut, terdiri dari :
1 Pengesahan Sementara AD dan ART
2 Organisasi Perhimpunan
3 Pendidikan Keahlian Dokter Paru
4 Rencana Penyelenggaraan Kongres I - IDPI
5 dll
Konker tersebut berakhir dengan sukses. Pembukaannya dihadiri oleh Dirjen Yankes Depkes Prof Dr Dradjad D Prawiranegara, Dirjen Binkesmas Depkes Dr Soebekti MPH, Ketua Umum PB-IDI Dr Amino Gondohutomo, Dekan FKUI Prof Dr Mahar Mardjono dan tamu-tamu VIP lainnya. Juga hadir utusan-utusan IDPI Cabang Jakarta, Cabang Jawa Timur, Cabang Yogyakarta dan Cabang Sumatera Utara serta peninjau-peninjau dari Bandung dan Padang. Konker I ini berhasil mensahkan sementara AD dan ART - IDPI serta menetapkan penyelenggaraan Kongres Nasional I - IDPI di Jakarta pada tahun 1977.
Dalam AD - ART IDPI disebutkan tentang keanggotaan sbb:
Keanggotaan IDPI terdiri dari anggota biasa, muda dan luar biasa :
- Anggota Biasa
- Semua ahli penyakit paru yang terdaftar pada MDA - IDI (dulu : Panitia Pendaftaran Dokter Ahli = PPDA)
- Semua ahli penyakit paru yang keahliannya diakui oleh Dewan Penilai Keahlian (DPK)-IDPI
- Anggota Muda
Semua dokter yang telah menjalani pendidikan keahliannya selama 2 tahun di Lembaga Pendidikan Ahli Penyakit Paru
- Anggota Luar Biasa
Sarjana kedokteran, yang banyak menaruh perhatian dalam bidang ilmu penyakit paru.
Pada tanggal 17 Desember 1975 Dr Hadiarto Mangunnegoro mengundurkan diri sebagai anggota Pengurus Pusat Sementara IDPI karena dicalonkan menjadi Ketua PDPI Cabang Jakarta. Hal ini sesuai dengan AD dan ART, bahwa anggota Pengurus Pusat tidak boleh merangkap menjadi anggota Pengurus Cabang. Kedudukannya di Pengurus Pusat digantikan oleh Dr Budi Sadjarwa.