APSR IDI Online KlikPDPI
APSR IDI Online KlikPDPI Halaman Admin Forum Umum Facebook Page Twitter Instagram Youtube
Begini Cara Rokok Rusak Paru dan Jantung Kita
PDPI Malang, 09 Okt 2018 10:34:49

Rokokselalu dikaitkan dengan kesehatan paru-paru. Namun, seperti yang dikatakan oleh dr. Ade Meidian Ambari, SpJP, FIHA, 35-40 persen kematian disebabkan oleh penyakitkardiovaskular, dan berhubungan denganrokok.

Rokokbahkan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskularsebanyak 25-30 persen bagiperokok pasif.

“Menurut data pasien di RSAB Harapan Kita, faktor risiko pertama untuk penyakitkardiovaskularadalah merokok, yakni 46 persen,” ucap Ade dalam acara Konferensi Pers dan Webminar 2018, Rabu (5/6/2018) seperti dikutip dariKompas.com.

Ketua SMF Prevensi dan Rehabilitasi RS PusatJantungNasional Harapan Kita ini membeberkan bagaimanarokokdapat merusak kesehatanjantung dan paru.

Ade menyebutkan bahwarokokmengandung 7.000 senyawa kimia, dan 699 di antaranya beracun. Tidak hanya itu 69 di antaranya merupakan zat karsiogenik.

Zat-zat beracun padarokokdapat menumpuk lapisan lemak yang menyebabkan penyempitan dan kerusakan arteri koroner (aterosklerosis). Akibatnya, fungsi vasodilatasi atau pelebaran pembuluh darah menurun dan respons inflamasi meningkat.

Ketika dibakar,rokokmenghasilkan karbon monoksida yang mengurangi jumlah oksigen yang terikat dalam darah, sehinggajantungharus bekerja lebih keras untuk mencukupi kebutuhan tubuh akan oksigen.

Selain itu,rokokjuga meningkatkan terjadinya thrombosis atau penggumpalan darah sehingga risiko seranganjantungmeningkat.

Ade juga mengatakan bahwa produk tembakau lainnya, seperti cerutu, shisha, danrokokelektronik juga memiliki dampakkardiovaskularakut yang sama denganrokokkarena mengandung nikotin.

Selain sebagai zat adiktif, nikotin juga merangsang produksi kelenjar ardenalin. Hormon ardenalin merangsang sistem syaraf simpatis sehingga tekanan darah dan denyutjantungmenjadi naik.

“Peningkatan ini berbahaya bagi orang normal, apalagi orang yang yang sakitjantung. Kalau nadi, denyutjantung, dan tensinya tinggi, otomatis bebanjantungmeningkat dan iskemiknya tinggi,” ucapnya.

Pada penderita gagaljantung, dampak buruk nikotin lebih terasa. Penderita gagaljantungtersebut bisa mengalami sesak napas dan perlu menjalani rawat inap di rumah sakit.

Untuk mengurangi dampak-dampak tersebut, seorang perokok perlu berhenti merokok setidaknya satu tahun.

“Tapi perlu diingat juga bahwa kalau dia berhenti merokok, tapi lingkungannya merokok, orang tersebut juga bisa terkena seranganjantungkarena tergolongperokok pasif,” ucap Ade.

MITRA KERJA
VIDEO
Tutorial Aplikasi ISR
Uploaded on May 11, 2015
World Asthma Day 2018
Uploaded on Apr 30, 2018