APSR IDI Online KlikPDPI
APSR IDI Online KlikPDPI Halaman Admin Forum Umum Facebook Page Twitter Instagram Youtube
Manfaat Ventilasi Rumah Untuk Kesehatan Paru
PDPI Jatim, 02 Ags 2018 15:09:15

WHO atau World Health Organization mengatakan bahwa buruknya kualitas udara yang terdapat di dalam rumah mampu memicu peningkatan penyebaran penyakit menular berbahaya bahkan sampai pada tingkat kematian di negara-negara berkembang. Oleh karena itu, solusi terhadap kondisi yang sering diabaikan dan tidak disadari ini adalah dengan ventilasi rumah yang baik, karena ventilasi bukan hanya membuat rumah menjadi lebih nyaman dan segar, namun juga mampu membuat penghuninya merasa lebih sehat.


Manfaat Lain dari Ventilasi untuk Kesehatan Keluarga


Jika dilihat secara sekilas, ventilasi memiliki fungsi untuk mengalirkan udara yang berasal dari dalam ke luar ruangan dan begitupun sebaliknya, sehingga ada udara yang sehat untuk dihirup para penghuni rumah. Selain itu, ventilasi juga berperan penting dalam mengeluarkan polusi yang mengendap di dalam rumah. Sirkulasi udara yang terjadi akibat adanya ventilasi akan menciptakan ketersediaan udara yang segar untuk di hirup dan juga rendah polusi dengan tujuan agar kelembapan serta suhu udara ruangan menjadi nyaman bagi penghuni rumah. Ventilasi yang baik memiliki faktor penting yang memiliki banyak dampak, tidak hanya untuk kegiatan dan produktivitas penghuninya, namun juga untuk mengurangi adanya penyebaran penyakit yang mampu mengakibatkan infeksi saluran pernapasan.


Untuk membuat ventilasi rumah, ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan, yaitu:


  • Kualtitas udara dan bobot udara dari luar ruangan yang mampu masuk melalui saluran ventilasi. Ventilasi udara yang baik tidak hanya mempu mengalirkan udara yang baik, namun juga menyaring udara.
  • Memperhatikan pergerakan udara dengan sebisa bungkin memilih area yang bersih ke area yang kotor
  • Udara yang masuk haruslah mampu masuk ke setiap ruangan rumah, lalu menggantikan udara yang kotor hingga yang terdapat dalam rumah

Dewasa ini, kita bisa menemukan ada dua jenis ventilasi di pasaran, yaitu ventilasi mekanik dan juga ventilasi alami. Ventilasi mekanik lebih cenderung menggunakan kipas angin exhaust yang di tempatkan pada dinding atau atap rumah dengan tujuan untuk mengeluarkan dan memasukan udara ke ruangan. Sedangkan ventilasi alami biasanya hanya memanfaatkan tiupan angin yang masuk melalui sela-sela jendela, pintu dan ventilasi yang ada di atas pintu dan juga di atas jendela.


Resiko yang Terjadi Karena Polusi Udara Mengendap Dalam Rumah


Banyak orang yang saat ini sudah menyadari bahwa masalah dan sumber utama polusi bukan hanya dari luar rumah, tapi bisa juga dari dalam rumah. Contoh polusi yang bisa ditemukan dalam rumah atau dalam ruangan adalah asap rokok, jamur dan bakteri, karbon monoksida, karbon dioksida, mesin printer, aroma pembersih ruangan, pestisida, serta kendaraan bermotor lainnya yang disimpan di dalam rumah. Nah, agar kamu menyadari seberapa penting ventilasi rumah, berikut ini kami akan memberikan berbagai sumber udara buruk yang bisa mengendap di dalam rumah.


1. Kompor


Kompor mampu mengeluarkan salah satu gas yang paling berbahaya jika terus dihirup secara kontinyu oleh manusia, yaitu nitrogen dioksida. Gas tersebut mampu mengakibatkan mengi walaupun penghirupnya bukanlah seorang penderita dengan gangguan asma.


2. Pembersih Ruangan


Ketika kamu membersihkan rumah, hal yang terjadi justru kamu menambah buruk kualitas udara didalam rumahmu karena mesin pembersih yang kamu gunakan terdapat zat berbahaya dan bisa terhirup olehmu atau penghuni rumah lainnya. Beberapa pembersih bahkan mengandung amonia, klorin dan volatile organic compounds (VOCs) yang mampu menguap ke udara bebas dan berubah menjadi gas. Bahan tersebut adalah bahan yang biasa terkandung dalam pembuatan cat dinding.


3. Hewan Peliharaan


Berbagai hewan peliharaan yang tinggal di dalam rumah, terlebih lagi di dalam kamar tidur, mampu mengakibatkan kualitas udara dalam ruangan tersebut menjadi menurun. Walaupun kamu menyayangi hewan peliharanmu, namun tetap saja kehadiran mereka mampu membawa berbagai polutan udara, seperti tungau debu yang mampu membuat penghuni ruangan menderita alergi. Tungau debu juga bisa sangat mudah kita temukan pada benda-benda didalam rumah lainnya seperti karpet dan bantal.


4. Merokok di Dalam Ruangan


Satu atau dua orang penghuni yang merokok di dalam rumah sangat beresiko mendatangkan bahaya untuk perokok pasif yang tinggal di ruangan tersebut, seperti bronkitis, asma, juga kanker paru-paru. Asap yang terjebak pada ruangan akan membuat penghuni yang lain menjadi sakit tenggorokan dan juga pingsan. Residu racun yang terdapat pada rokok akan mengendap pada beberapa benda yang terdapat di dalam rumah hingga batas waktu yang sangat lama. Seperti, kasur, sofa, karpet, dll.


Buruknya kualitas udara akan sangat beresiko meningkatkan beragam gangguan kesehatan seperti, batuk, mata berair, sakit tenggorokan ataupun sesak napas. Jika ada penderita asma pada ruangan tersebut, mungkin mereka akan lebih sering lagi mengalami serangan asma. Untuk jangka panjangnya, memiliki kualitas udara yang buruk di dalam rumah beresiko uemngalami penyakit flu yang tidak kunjung sembuh atau mungkin lama, bronkitis, sakit kepala yang berulang-ulang secar terus menerus, juga asma yang sering kambuh.


Rumah yang memiliki kualitias udara terlalu lembab akan menyebabkan munculnya jamur dan dalam jangaka yang lama akan sangat merusak rumah. Badan Kesehatan Internasional (WHO) menyebutkan bahwa pembakaran yang terjadi dalam rumah seperti tungku api untuk memasak, mampu membunuh setidaknya 4 juta orang pertahunnya. Hasil dari pembakaran tersebut akan menghasilkan senyawa kimia berbahaya seperti karmon monoksida, yang apabila terhirup oleh tubuh mampu meningkatkan resiko penyakit pernapasan, seperti peumonia dan juga penyakit paru-paru obstruktif kronik (PPOK).


MITRA KERJA
VIDEO
Tutorial Aplikasi ISR
Uploaded on May 11, 2015
World Asthma Day 2018
Uploaded on Apr 30, 2018